^FREE ✕ Blues Merbabu ☔ PDF eBook or Kindle ePUB free

Buku ini salah satu dari sedikit buku yang mengupas peristiwa 65 Menuturkan bagaimana Gitanyali tercerabut dari masa kecilnya yang seharus nya baik baik saja Ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa ayah dan ibunya di ciduk, dan keluarganya tercerai berai Kata kata penuturannya lumayan Tetapi kok saya cenderung menilai buku ini kurang mengupas permasalahan yang sebenarnya Bahkan, saya rasa buku ini hanya mengisahkan kisah asmara si Gitanyali Sedangkan peristiwa yang ingin ditonjolkan malah dic Buku ini salah satu dari sedikit buku yang mengupas peristiwa 65 Menuturkan bagaimana Gitanyali tercerabut dari masa kecilnya yang seharus nya baik baik saja Ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa ayah dan ibunya di ciduk, dan keluarganya tercerai berai Kata kata penuturannya lumayan Tetapi kok saya cenderung menilai buku ini kurang mengupas permasalahan yang sebenarnya Bahkan, saya rasa buku ini hanya mengisahkan kisah asmara si Gitanyali Sedangkan peristiwa yang ingin ditonjolkan malah diceritakan hanya berupa narasi Akibatnya, menurut saya malah tidak menghanyutkan emosi pembaca sama sekali Sisi emosionalnya lebih menunjukkan ketika Gitanyali naksir cewek cewek baik sedari SD, SMP, SMA, dan sebagainya Desain sampul buku ini juga tidak saya sukai, alias norak Mungkin ringkasannya tidak usah mengungkit2 PKI Karena ceritanya lebih menceritakan tentang menikmati kehidupan sebagai anak kebanyakan yang penuh godaan, termasuk dalam kehidupan seksual seperti yang tertulis di ringkasan paling bawah Semula saya mengira buku ini berkisah tentang gaiamana anak seorang anggota PKI menjalani kehidupan Pada bagianawal, hingga halaman 32 memang memberikan banyak informasi mengenai kehidupannya yang dikelilingi kader.Namun pada halaman 33, urusannya kenapa jadi mengarah pada sesuatu yang ada di antara selangkangan Ok, saya mengira ini bagian dari kisah, menjadi sesuatu nanti Di halaman 69, muncul lagi urusan ITU Dan begitulah Bisa dikatakan ini semacam kisah perjalanan hidup seseorang yang ke Semula saya mengira buku ini berkisah tentang gaiamana anak seorang anggota PKI menjalani kehidupan Pada bagianawal, hingga halaman 32 memang memberikan banyak informasi mengenai kehidupannya yang dikelilingi kader.Namun pada halaman 33, urusannya kenapa jadi mengarah pada sesuatu yang ada di antara selangkangan Ok, saya mengira ini bagian dari kisah, menjadi sesuatu nanti Di halaman 69, muncul lagi urusan ITU Dan begitulah Bisa dikatakan ini semacam kisah perjalanan hidup seseorang yang kebetulan orang tuanya dahulu adalah anak PKI Cuman begitu saja ternyata Ide bagus yang dieksekusi dengan kurang pas.Ini bisa jadi rating terjelek yang saya berikan sepanjang tahun 2020.Pantas, ada rasa enggan untuk membaca timbunan ini Tidak sesuai harapanku Kebanyakan sex nya pula. Over all asyik sih, namun tanpa greget yang mengiringi Pertama membaca blurb agak terkecoh kirain bakal bahas sepenggal kisah kelam bangsa ini, ternyata ini malah brasa ringan banget, rasanya tuh kayak baca diary orang lain Jangan harap bakal penuh konflik Isinya cuma petualangan esek2 yang jauh banget mau nyerempet ke roman dewasa Intinya flat Nah, kenapa bisa kukasih tiga bintang Karena quotes yang cukup layak dipuji nyaris mutlak bahwa orang cantik selalu bernasib baik setidaknya le Over all asyik sih, namun tanpa greget yang mengiringi Pertama membaca blurb agak terkecoh kirain bakal bahas sepenggal kisah kelam bangsa ini, ternyata ini malah brasa ringan banget, rasanya tuh kayak baca diary orang lain Jangan harap bakal penuh konflik Isinya cuma petualangan esek2 yang jauh banget mau nyerempet ke roman dewasa Intinya flat Nah, kenapa bisa kukasih tiga bintang Karena quotes yang cukup layak dipuji nyaris mutlak bahwa orang cantik selalu bernasib baik setidaknya lebih baik dibanding yang kurang cantik Tidak benar orang berhenti hidup dalam mimpi ketika usia bertambah dan menjadi tua Orang menjadi tua karena berhenti bermimpi Bisa juga dibaca di sini kandangbaca.blogspot.com 2014 02 blueBegitu membaca sinopsisnya yang mengungkit ungkit PKI, saya langsung berpikir bahwa buku ini adalah salah satu novel yang bercerita tentang kepingan kisah tahun 1965 yang merupakan salah satu masa terkelam dalam sejarah bangsa Indonesia Itulah mengapa saya memilih buku ini sebagai bacaan untuk event Baca dan Posting Bareng BBI kategori Historical Fiction Indonesia Dalam benak saya, buku ini semacam buku nyastra yang isinya lum Bisa juga dibaca di sini kandangbaca.blogspot.com 2014 02 blueBegitu membaca sinopsisnya yang mengungkit ungkit PKI, saya langsung berpikir bahwa buku ini adalah salah satu novel yang bercerita tentang kepingan kisah tahun 1965 yang merupakan salah satu masa terkelam dalam sejarah bangsa Indonesia Itulah mengapa saya memilih buku ini sebagai bacaan untuk event Baca dan Posting Bareng BBI kategori Historical Fiction Indonesia Dalam benak saya, buku ini semacam buku nyastra yang isinya lumayan berat Er ternyata nggak juga Maksud saya, isinya tidak berat berat amat Yah, buku ini ternyata jauh di bawah ekspektasi saya.Blues Merbabu berkisah tentang perjalanan hidup Gitanyali, anak dari salah seorang anggota PKI yang tinggal di sebuah kota kecil di kaki gunung Merbabu Menilik nama tokohnya, saya pikir dia perempuan Ternyata saya keliru, karena dia 100% laki laki Novel yang diceritakan secara kilas balik ini lebih banyak menyorot aktivitasnya mulai dari kanak kanak, remaja, hingga dewasa Awalnya Gitanyali kecil menjalani kehidupan seperti anak anak lainnya Ia tidak mengerti banyak tentang aktivitas ayahnya Yang ia tahu bahwa ayahnya sering mengadakan rapat dan pertemuan pertemuan di rumah keluarga mereka Ia tak tahu dan tak mau ambil pusing dengan hal tersebut Namun, kondisi hidupnya berubah setelah sang ayah dibawa pergi oleh tentara dan tak pernah kembali lagi Ibunya dimasukkan ke hotel prodeo alias jeruji besi Gitanyali kemudian dibawa oleh pamannya ke Jakarta, dan mulai menjalani kehidupan barunya di kota metropolitan.Kisah hidup Gitanyali yang diceritakan dalam buku ini lebih sering menyerempet urusan maaf kelamin Informasi tentang peristiwa peristiwa penting yang berhubungan dengan PKI hanya disinggung sedikit sekali Mungkin karena tokoh utamanya sendiri tak begitu ambil pusing dengan masalah tersebut, kecuali bahwa gara gara berhubungan dengan PKI, keluarganya jadi tercerai berai.Saya sempat bingung dengan buku ini Pada sampul bagian belakang, buku ini jelas jelas disebut sebagai novel Namun mengingat nama penulis dan tokoh utama sama persis, saya jadi menduga bahwa buku ini sebenarnya adalah memoar Gaya tulisan dalam buku ini seperti seseorang yang menuangkan kisahnya ke dalam buku harian Alur cerita dalam novel tipis ini cenderung datar dan membosankan Saya malah sempat tergoda untuk tidak melanjutkan membaca buku ini, karena meski sudah lebih dari setengah buku, saya merasa tidak mendapat apa apa selain sekadar menyimak kisah hidup seorang anak PKI yang ternyata biasa biasa saja, tidak ada yang istimewa Tidak ada konflik berarti Memang diceritakan bahwa sang ayah dibawa tentara dan sang ibu menginap di hotel prodeo Namun saya tak merasakan emosi apa apa Datar aja gitu.Dari segi penulisan, jelas sekali sang penulis memang bisa menulis dan bisa bercerita Tutur bahasanya mengalir dengan baik Sayang, saya tak menemukan sesuatu yang menarik di dalamnya Mungkin karena harapan saya sejak awal bahwa buku ini berisi banyak sekali konflik Ternyata, sebagian besar buku ini lebih sering menonjolkan petualangan esek esek sang penulis, eh, maksud saya, sang tokoh utama Hmm, not really my cup of tea.Jadi, tak banyak yang bisa saya ungkapkan selain rasa kecewa terhadap buku ini Oh ya, buku ini memiliki sekuel berjudul 65 Apakah ceritanya akan lebih menarik Saya harap demikian, karena sudah terlanjur beli bukunya Saya memang berencana akan membacanya untuk Posting dan Baca Bareng bulan November kategori buku yang judulnya mengandung unsur angka Haha Ternyata saya memang suka menyakiti diri sendiri Sudah tahu buku ini nggak sesuai harapan, tapi nekad membaca sekuelnya Untuk novel, 184 halaman masih terlalu singkat. Blues untuk Merbabu, kenangan manis masa kecil yang tidak akan lekang dimakan kapasitas daya ingat otak Gitanyali, yang dalam kehidupan nyata dikenal pembaca Kompas Minggu sebagai Bre Redana meski ini bukan nama asli beliau.Saya baca kelanjutan buku ini lebih dulu 65 dan membeli lalu membaca Blues Merbabu kemudian Rasanya seperti bersua dengan kawan lama, mengingat Redana sudah lama tidak menulis panjang dan saya sendiri berhenti baca media cetak sejak akrab dengan Twitter dan Internet Sam Blues untuk Merbabu, kenangan manis masa kecil yang tidak akan lekang dimakan kapasitas daya ingat otak Gitanyali, yang dalam kehidupan nyata dikenal pembaca Kompas Minggu sebagai Bre Redana meski ini bukan nama asli beliau.Saya baca kelanjutan buku ini lebih dulu 65 dan membeli lalu membaca Blues Merbabu kemudian Rasanya seperti bersua dengan kawan lama, mengingat Redana sudah lama tidak menulis panjang dan saya sendiri berhenti baca media cetak sejak akrab dengan Twitter dan Internet Sampul dan isinya memang beda, tapi pembaca yang sudah akrab dengan gaya Redana mestinya tak heran Tulisan ini kental dengan unsur budaya populer, terutama tahun 60 80 an, meski Redana tak sampai hati ekspor berbaris baris lirik lagu.Membaca kisah ini seperti menyibak tirai masa kecil Redana yang tidak pernah muncul dalam tulisan tulisannya terdahulu Cerita yang jujur dan lepas Sebagaimana jiwa anak anak Menarik juga bila mengamati jiwa Gitanyali kecil tidak dikorupsi politik yang ganas di masa itu, namun disibukkan oleh urusan umum seorang anak mengenali dan menjelajah dunianya meski di dalam hatinya Gitanyali paham dia tidak boleh menonjol karena latar belakang keluarganya Mirip dengan Cerita Cinta Enrico milik Ayu Utami Gitanyali kecil tampil sebagai jawara atas dirinya, menolak capek hati mengingat ayahnya yang entah di mana jadi ingat salah satu fragmen di Act of Killing , cerita seseorang waktu masih anak anak juga Dia menyibukkan diri dengan hobi dan macam macam kegiatan yang membuat dirinya laki laki jadi.Kisah tentang petaka enam lima dari sudut pandang bocah tidak banyak beredar di negara yang sejarahnya mesti diruwat ini Boro boro cerita anak, cerita orang dewasa saja tak panjang daftarnya.Saya salut untuk Bre Redana yang sanggup menuliskan kembali pengalaman masa kecilnya Mungkin Redana mencoba berdamai Mungkin dia merasa sekarang saat yang tepat Tapi saya ingin bertanya, apakah ada sekolah yang berani menjadikan buku ini wajib bagi pelajar SMP atau SMA A study on tragedy perhaps or the role of family in tragedy Ada dua hal yang membuat saya terkoneksi dengan Novel ini Hal pertama yaitu dengan setting Novel ini di Merbabu dan tempat sekitarannya Salatiga, Ambarawa, Semarang dan Kopeng Bagi sebagian anak SMA yang tinggal di Jawa Tengah, pergi ke Kopeng dan naik Merbabu masuk dalam daftar tujuan kala libur sekolah Jalur pendakian yang lebih ringan daripada gunung lainnya seperti Sumbing dan Sindoro, membuat Merbabu jadi favorit dan jadi tempat inisiasi naik gunung Novel ini bercerita tentang kehidupan Ada dua hal yang membuat saya terkoneksi dengan Novel ini Hal pertama yaitu dengan setting Novel ini di Merbabu dan tempat sekitarannya Salatiga, Ambarawa, Semarang dan Kopeng Bagi sebagian anak SMA yang tinggal di Jawa Tengah, pergi ke Kopeng dan naik Merbabu masuk dalam daftar tujuan kala libur sekolah Jalur pendakian yang lebih ringan daripada gunung lainnya seperti Sumbing dan Sindoro, membuat Merbabu jadi favorit dan jadi tempat inisiasi naik gunung Novel ini bercerita tentang kehidupan anak keluarga PKI dan siasat hidupnya setelah satu hari di akhir September 1965 yang mengubah segala galanya Ingatan akan kota masa kecil, orang orang yang senasib dengannya bertautan dengan petualangan cinta seks lebih tepatnya nya Walau hal yang terakhir memang terlalu banyak porsinya di sepanjang novel ini.Hal kedua tentang penulisnya Gitanyali yang merupakan pseudonym dari Bre Redana, mantan pengasuh rubrik di Koran KOMPAS minggu Saat tinggal di Muntilan dan Jogja dulu, saya termasuk penggemar berat edisi minggu Mulai dari featurenya, budaya dan rubrik perjalanannya, dan sampai saat ini masih punya beberapa bundel klipingnya Seorang teman selalu berseloroh di minggu pagi, Nyoh sarapan ndisik iki koran ne Novel ini yang diyakini sebagai kisah penulisnya juga menyelipkan cerita bagaimana dia bisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan menjadi wartawan.Ini hari minggu pagi, ingin rasanya kembali ke masa lalu tinggal di kota kecil masa SMA, dan membaca koran minggu yang selalu jadi rebutan Namun teringat akan satu narasi di novel ini Kita hanya bisa memelihara kenangan, tapi tidak menghidupinya Renyah, ya renyah Namun, kurang ^FREE ⇹ Blues Merbabu ☝ Sebagai anak PKI, lebaran tidak lagi sama bagi Gitanyali diakhirIa masih SD di kota kecil di kaki Gunung Merbabu ketika menyaksikan sang ayah diambil aparat, dan tak pernah ketahuan lagi rimbanya Sang ibu menyusul ditahan tanpa tahu kapan akan dibebaskan karena dianggap terlibat Peristiwa GS Kehidupannya berubah, keluarganya tercerai beraiDiasuh oleh sang paman di Jakarta, dunia Gitanyali terbuka lebar Ia menempa diri untuk tidak kalah pada sang nasib Ia menikmati kehidupan sebagai anak kebanyakan yang penuh godaan, termasuk dalam kehidupan seksual, tanpa terbawa arus Ia memilih bertahan tanpa harus melawan